Foxconn Masuk, Indonesia Stop Impor Ponsel

TRIBUNNEWS.COM, Minggu 17 Februari 2013, JAKARTA - Foxconn Technology Group, pemanufaktur perakitan produk milik Apple, seperti iPad dan iPhone asal Taiwan dipastikan akan menancapkan kuku bisnisnya di Indonesia pada tahun ini. MS Hidayat, Menteri Perindustrian, mengatakan dalam waktu dua bulan ke depan, Foxconn sudah mulai mengeluarkan modal di Indonesia.

"Dalam satu atau dua bulan ini sudah pasti," ujar MS Hidayat, dalam acara Kadin Friendly Golf, I Royale Jakarta Golf Club, Minggu (17/2/2013).

Hidayat menjelaskan, Foxconn sudah bisa memproduksi produk-produk Apple tahun ini. Dalam pelaksanaannya, Hidayat akan menggenjot Foxconn agar terus memacu produksi dan berkembang di dalam negeri. Tujuannya agar produk-produk Apple tak perlu diimpor dari luar negeri.

"Selama lima tahun akan terus ekspansi, itu upaya kita untuk utama untuk mengecilkan impor yang jumlahnya besar sekali," jelasnya.

Seperti diberitakan Kompas.com sebelumnya, pada 25 Desember 2012, Foxconn dikabarkan telah siap merilis 3 juta ponsel yang telah dibuat di Indonesia.

Menurut Hidayat, pembuatan ponsel merek lokal ini akan bekerja sama dengan perusahaan milik lokal yang saat ini telah membuat ponsel. Salah satunya dengan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Persero, perusahaan pelat merah yang akan fokus membuat ponsel lokal kembali berjaya. "Nanti kita juga akan menggandeng perusahaan lain untuk bisa memproduksi ponsel lokal bersama Foxconn," ujarnya.

Foxconn Technology Group merupakan perusahaan manufaktur di Taiwan yang saat ini melayani perakitan produk milik Apple, seperti iPad dan iPhone. Begitu juga dengan vendor Motorola yang telah diakuisisi oleh raksasa internet Google.

Di Taiwan, Foxconn memiliki luas lahan untuk perakitan ponsel sebesar 3.000 hektar. Dengan luas lahan itu, Foxconn bisa mengontribusikan sebesar 7 persen dari keseluruhan ekspor negara China saat ini. "Sementara di Indonesia, mereka akan memakai 400 hektar. Tapi proyek ini harus segera jadi agar kita juga bangga punya ponsel dari negeri sendiri," kata Hidayat.

Sekadar catatan, Kemenperin memastikan Foxconn akan mulai berproduksi secara assembling (perakitan) pada Desember 2012. Dalam satu sampai dua bulan ini, Foxconn berkonsentrasi dengan realisasi investasi pabrik perakitan yang akan berproduksi akhir tahun ini.

Pada Juli tahun depan, Foxconn meminta peresmian investasi tahap pertama. Investasi tahap pertama pembangunan pabrik Foxconn membutuhkan area seluas 50 hektar. Pabrik Foxconn itu akan diletakkan di sekitar Jakarta dan Banten. Untuk tahap kedua dan ketiga masing-masing membutuhan area 200 hektar.

Hidayat menambahkan, ketiga lokasi ini pada setiap tahap itu bisa berbeda provinsi, tetapi masih berada di Pulau Jawa. Proyek Foxconn asal Taiwan tersebut memiliki nilai investasi mencapai 10 miliar dollar AS dalam jangka waktu 5-10 tahun. Rencananya, proyek akan dilakukan dalam tiga tahap. Proyek ini akan menyerap 300.000 tenaga kerja dari semua level keahlian. Khusus untuk engineer, Foxconn membutuhkan 60.000 orang.

Berita Terkait